Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Rencana Penggusuran PKL Jalan Panorama Timur Kota Batu Menuai Polemik

Senin, Juni 10, 2024 | 16:58 WIB Last Updated 2024-06-10T10:20:52Z
Rencana Penggusuran PKL Jalan Purnama Kota Batu Menuai Polemik


Kota Batu - Anggapan masyarakat tentang Pedagang Kaki Lima (PKL) selama ini sangatlah beraneka ragam, namun tanpa disadari PKL dalam perputaran ekonomi satu wilayah memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan perekonomian.


Salah satunya di Kota Batu, PKL memiliki peran pada transaksi perdagangan, yang tentunya terjadi aliran puluhan juta rupiah melalui transaksi lapak-lapak pedagang kaki lima setiap hari minggu pagi sejak pukul 05.00 hingga 11.30 WIB.


Pada perkembangannya bersamaan dengan adanya kebijakan pemerintah daerah dalam penertiban PKL menuai kegusaran tersendiri dari para pelaku PKL. 


Pasalnya, adanya rencana Pemerintah Daerah melakukan pengosongan lahan yang selama ini digunakan berdagang.


Dari informasi tersebut, sebagian besar para PKL yang beroperasi di Jalan Panorama Timur merasa selama ini belum ada pemberitahuan dari pihak-pihak terkait yaitu Dinas Perhubungan, Diskoperindag dan Satpol PP. 


Menurut Bambang, pihaknya telah bersurat ke PJ. Walikota Batu pada Rabu 24/4/2024."Kami telah bersurat secara resmi kepada PJ. Walikota Batu dengan tembusan ke Satpol PP, Diskoperindag, dan Dishub. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan apapun.

Kami merasa tidak di perhatikan oleh para pejabat publik yang seharusnya melayani masyarakat dengan baik dan benar". Ungkapnya.


Bambang berpendapat bahwa peluang pasar di Jalan Panorama Timur cukup besar dan sangat berpotensi.


"Kami selama ini merasakan sendiri potensi pasar yang ada di jalan Panorama Timur bagus sekali, karena setiap hari minggu banyak kunjungan dari tamu-tamu wisatawan hotel yang berada di sekitaran Balaikota Among Tani, Kami tidak setiap hari berdagang, hanya sekedar mencari nafkah untuk menghidupi keluarga, bukan  setiap hari berjualan di situ". Jelasnya.


Dirinya pun tidak keberatan jika nantinya lapak daganganya di gusur, Bambang berharap penggusuran harus dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih.


"Jika memang harus di gusur kami tidak keberatan, namun semua PKL yang ada di bahu jalan di Kota Batu ini juga harus di tertibkan seperti di Timurnya Pos Polisi Jalan Indragiri dan di kawasan alun - alun Batu, jadi jangan tebang pilih". Tegasnya. 


Dari hal tersebut para PKL mendatangi Gedung Among Tani pada Minggu , 9)6/2024. Guna melakukan mediasi mencari penyelesaian. Mediasi tersebut di hadiri Koordinator beserta beberapa Pedagang Kaki Lima, Satpol PP. Sekda, Kepala Desa beserta staf Desa Pesanggrahan,Dishub Kota Batu dan Babinsa.


Sementara ditempat terpisah, Kasatpol PP Abdul Rais saat ditemui pada pembukaan car free day, Minggu 29/6/2024 menerangkan bahwa pedagang yang diprioritaskan pada car free day mereka para PKL yang dihalau .


"Ini kita memberikan kesempatan membuka ruang di sini. Sebenarnya yang menjadi prioritas yang masuk ke sini adalah mereka yang sudah kita halau, yang sudah kita mendata mereka kita undang untuk di sini. Sebenarnya PKL yang kita tampung, dari data yang kita halau kemarin kurang lebih ada 100 salah satunya yang ada di panorama, panorama kita minta geser dan ini masih dalam proses komunikasi, sebenarnya hari ini sudah mulai bergeser, mungkin masih ada beberapa yang harus dikomunikasikan lebih lanjut,"ungkapnya.

(Sam) 

×
Berita Terbaru Update