Notification

×

Iklan

Iklan

 


Perilaku Malas Sumbang hingga 8% penyakit tidak menular dan kematian

Jumat, Mei 28, 2021 | 16:33 WIB Last Updated 2021-06-30T13:06:07Z
Perilaku Malas Sumbang hingga 8% penyakit tidak menular dan kematian


Saat ini gaya hidup yang sehat menjadi pembicaraan yang hangat dibicarakan oleh banyak orang. Gaya hidup sehat  setiap orang pasti memiliki perbedaan dalam menjalankannya walaupun tetap dengan stigma yang sama.


Gaya hidup sehat sudah pasti penting untuk dilakukan karena dapat berdampak pada masa depan nantinya. Melakukan pola hidup sehat bukan berarti tidak bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang enak atau harus setiap hari melakukan olahraga.


Banyak orang yang memberikan tips-tips untuk pola hidup sehat dengan tetapi masih bisa menikmati hidup. Gaya hidup sehat memang sangat penting karena terdapat sebuah studi yang mengaitkan antara gaya hidup pemalas atau tidak sehat dengan angka kematian global. 


Melansir dari United Press Intenational, Selasa, (6/4/2021), perilaku yang cenderung pemalasmenyumbang hingga 8% dari penyakit tidak menular dan kematian di seluruh dunia, hal tersebut dikatakan oleh para peneliti. 


Ketidakaktifan pada fisik merupakan salah satu faktor risiko yang memang diketahui dapat menyebabkan kematian dini dan beberapa penyakit tidak menular lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis penyakit kanker.


Pada tahun 2016 lalu, para peneliti menganalisis data yang dimiliki oleh 168 negara untuk melakukan studi baru tentang ketidakaktifan fisik. Ditemukan bahwa proporsi penyakit tidak menular ini dapat terjadi karena ketidakaktifan fisik bisa berkisar dari hampir 2% untuk tekanan darah tinggi hingga lebih dari 8% untuk demensia.


Yang diartikan dari ketidakaktifan fisik ialah kurang dari 150 menit pergerakan atau aktivitas dengan intensitas sedang atau 75 menit kegiatan fisik dengan intensitas kuat per minggu. Bukan suatu angka yang besar jika terbiasa melakukan kegiatan pada setiap harinya.


Studi tersebut juga menyebutkan bahwa 69% dari semua kematian dan 74% kematian akibat penyakit jantung berkaitan dengan ketidakaktifan fisik di seluruh dunia. Jika dilihat, potensi ketidakaktifan fisik sangat besar mempengaruhi kondisi kesehatan.*** 


×
Berita Terbaru Update