“BANSOS COVID -19” Pendamping PKH Jadi Sasaran

“BANSOS COVID -19”  Pendamping PKH Jadi Sasaran  >> https://www.onlinepantura.com/2020/05/bansos-covid-19-pendamping-pkh-jadi.html

OnlinePantura.com - Proses memutusan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 yang sudah di rencanakan dan di terapkan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang dengan menerapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) ini berdampak pada sistem perekonomian di Kabupaten Tangerang, sehingga banyak masyarakat dari kalangan menegah sampai bawah tidak bisa melakukan aktifitas untuk mengais Rejeki dan bahkan banyak karyawan Buruh Pabrik yang terancam di rumahkan PHK.

Menanggapi keadaan itu, Basyaruddin.M.Pd Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sepatan Timur mengatakan dalam penanganan  Kasus Covid-19 pemerintah Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam bergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan mengintruksikan seluruh jajaran nya dari tingkat Kecamatan, desa bahkan sampai tingkat Rt untuk mendata warganya yang terdampak covid-19.

Namun niat baik pemerintah ini banyak menyisihkan masalah di bawah terutama pendamping PKH. Pendamping PKH menjadi sasaran Masyarakat karna banyak masyarakat yang ingin mendapatkan Bansos Covid-19 dengan syarat tidak terdaptar dalam bantuan PKH, BPNT Jamsosratu dan Bantuan lainnya.

Yang pada akhirnya banyak masyarakat yang sudah tidak terdaftar di PKH atau sudah NE (non Eligabel) datanya muncul kembali ketika pemerintah memberikan data kepada Kepala Desa sehingga banyak masyarakat yang mencoba mendesak kepada pendampimg PKH, kenapa mereka sudah tidak dapat PKH sedangkan Datanya  masih ada.

Kasus satu persatu bermunculan dari peserta PKH yang belum mendapatkan BUTAB dan Kartu KKS, saldo Nol tidak ada Uang di Rekening, bahkan sampai ada Kartu KKS yang di gesek tidak ada Saldonya di Buku Tabungan, dari situ tidak sedikit masyarakat penasaran  mencoba mem Print Out Buku Tabungan ternyata di buku Tabungan terdapat Saldo dan sudah ada penarikan sebelumnya sehingga saldo Nol akhirnya masyarakat menyudutkan pendamping PKH yang melakukan penarikan.

Dari perbagai masalah yang ada di masyarakat, kami mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Bank BRI selaku Bank HIMBARA yang bekerjasama dengan Kementrian Sosial dalam hal penyaluran Bantuan PKH dan bantuan Bansos Covid-19.

Ka Unit BRI Sepatan melalui Romi masalah yang terjadi dimasyarakat timbul pertama akibat Tidak Validnya data ke dalam Sistem perbankkan KTP dengan Buku Tabungan tidak sama atau No Rekening Ganda. Kedua Saldo Nol di Buku Tabungan, data ini kami terima dari kementrian bersumber dari Kabupaten Tangerang.

Kenapa Saldo Nol, karna Data tersebut sudah tidak ada Komponen, Ketiga dibuku Tabungan terdapat Saldo kemudian sudah ada penarikan sehingga di dalam buku tabungan terdapat saldo nol ini akibat adanya pemindahan dana dari Buku Tabungan ke Kas Negara karena data tersebut sudah tidak Aktif (NE) dalam kepesertaan PKH.dari berbagai masalah di bawah pendamping PKH selalu menjadi sasaran.

Kami sangat menyayangkan banyaknya pemberitaan yang selalu menyudutkan pendamping PKH yang belum pasti kebenarannya dan mereka tidak pernah melihat sisi baiknya yang dilakukan oleh para pendamping PKH, dalam kode etik Jurnalis ada Konfirmasi terlebih dahulu sebelum pemberitaan tersebut di publis ke media, jangan sampai mempropokasi masyarakat.

Masyarakat sedang disusahkan dengan kondisi Pandemik Covid-19 jadi jangan di bikin resah, cari solusi yang terbaik duduk bareng untuk menguraikan suatu masalah dengan baik bukan saling menyalahkan.
Tidak ada manusia yang bersih dan benar dan manusia tidak luput dari kesalahan dan kehilapan, mari kita bantu pemerintah dalam menanggulangi Pandemik Covid-19, semoga masyarakat Kabupaten Tangerang  terbebas dari covid-19 dan perekonomian menjadi normal kembali.

Pertanyaan Ke Pihak BRI
Kenapa Buku Tabungan dan KKS belum tersalurkan.
Kenapa Bisa terjadi Saldo Nol di Buku Tabungan.
Kenapa Bisa terjadi di dalam penggesekan kartu KKS tidak ada saldonya akan tetapi di buku Tabungan ada saldonya akan tetapi sudah ada penarikan sebelumnya?

Tidak ada komentar