Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Direskrimsus Polda Banten, Sidak Pabrik Yang Produksi Masker diduga Illegal Di Serang

Sabtu, Maret 07, 2020 | 14:39 WIB Last Updated 2020-03-07T07:41:11Z
Direskrimsus Polda Banten, Sidak Pabrik Yang Produksi Masker diduga Illegal Di Serang
onlinepantura.com SERANG - Menyikapi informasi dari masyarakat adanya kelangkaan masker, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin, Sik bersama Tim Subbid Indag, melakukan pengecekan sebuah pabrik pembuatan masker yang diduga menyalahi aturan produksi di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Pabrik masker ilegal tersebut baru beroperasi sembilan bulan lalu.

"Kami melakukan pengecekan terhadap salah satu pabrik yang ada di wilayah Kragilan ini yang diduga melakukan pelanggaran izin, Secara legalitas mempunyai ijin importir termasuk mengedarkan barang impor. Namun, pada nyatanya pabrik ini memproduksi sendiri yang diberi merk sama dengan merk impor," kata Direskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M. kepada wartawan. Jumat (6/3/2020), pukul 19:00 wib di lokasi gudang.

Lebih lanjut Kombes Pol Nunung, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen PT.TGK tidak memiliki ijin produksi dan izin edar terhadap masker yang beredar di Indonesia.

"Pengepakan dan pengemasan (masker) bisa kita lihat sangat menprihatinkan. Ada kode khusus yang kita pelajari dan ini tidak pada tempatnya," ujar Nunung.

Lanjut nunung menyampaikan Saat ini masih dalam penyelidikan, kita akan lakukan pemeriksaan terhadap orang orang yang ada dan tahu terhadap kegiatan pelanggaran izin ini.  Bilamana ditemukan bukti permulaan yang cukup akan dilanjutkan ke tingkat penyidikan, lalu akan diterapkan yaitu ada beberapa undang-undang yang pertama dalam undang-undang kesehatan dengan ancaman 15 tahun dan juga undang-undang perlindungan konsumen yang ancaman hukumannya 5 tahun

"Saat ini kita sedang mendalami dengan melakukan pemeriksaan kepada staf dan karyawan yang ada di perusahaan ini," ujar Nunung.(Bidhum
×
Berita Terbaru Update