Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Musrenbang Kecamatan Pakuhaji, Masalah Sapras Pendidikan Masih Prioritas Usulan

Senin, Februari 13, 2023 | 16:55 WIB Last Updated 2023-02-13T10:07:19Z
Musrenbang Kecamatan Pakuhaji, Masalah Sapras Pendidikan Masih Prioritas Usulan


Pakuhaji - Pemerintah Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang Banten menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2024 di Aula Kecamatan pada Senin (12/02/2023).


Musrenbang tahun ini mengusung tema "Pemantapan Sumber Daya Manusia Yang Berdaya Saing Dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian Masyarakat".


Tampak hadir dalam kegiatan, Camat Pakuhaji H  Asmawi, Sekertaris Camat (Sekcam) Oman, Anggota Dewan DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolsek Pakuhaji I Gusti Moch Sugiarto, Kepala Desa/Lurah Se-Kecamatan Pakuhaji serta para tamu undangan lainnya.


Camat Pakuhaji H. Asmawi menyampaikanb ahwa semua usulan menurut Saya semuanya bagus dan salah satu agendanya  menambah aspirasi dan sesuai regulasi yang ada sebetulnya kita mengarahkan aspirasi mereka itu kegiatan-kegiatan itu di tuangkan dalam bentuk Peningkatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat baru sisanya infrastruktur.


"Tapi dalam perjalanannya ternyata masyarakat kita ini masih membutuhkan infrastruktur seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan jalan - jalan yang ada di sini."Ujar H. Asmawi Camat Pakuhaji.


Lebih lanjut, H. Asmawi mengatakan, untuk regulasi yang ada, di tahun 2024 harus di prioritaskan sumber daya manusianya, baru sisanya infrastruktur.


"Harapannya Musrenbang ini kan sarana kita menampung aspirasi masyarakat setahun sekali dan mudah-mudahan Pemerintah memberikan proporsi SDM 30 Persen UMKM 30 Persen dan sisanya infrastruktur, semoga apa yang diinginkan masyarakat bisa terealisasikan semua." Harapnya.


Sementara itu, Kepala Desa Bonisari sekaligus Ketua Apdesi Kecamatan Pakuhaji H. Mulyadi menuturkan, ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) untuk Anggota Dewan di Zona Tiga ini, yang artinya kita sangat kesulitan sekali terkait masalah tanah Kas Desa supaya dapat melegalitaskan tanah tersebut.


Selain itu, keinginan kita sama dengan teman- teman yang ada di Kecamatan Pakuhaji, Ketua KNPI Kecamatan Pakuhaji  paling tidak terkait masalah pendidikan karena di Pakuhaji ini belum ada sekolah Kejuruan, SMA saja kita baru ada satu, untuk itu setiap tahun teman-teman media pasti tahu ada saja masalah.


"Tapi Alhamdulillah, karena yang dari media juga sudah banyak membantu semoga semuanya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan masyarakat." Tutur H. Mulyadi.


Masih ditempat yang sama, Dewan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil 3 Sapri S.sos menerangkan, bahwa dirinya telah teraspirasi masalah pendidikan, oleh karenanya siapapun dapat menyampaikan, contohnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  yang tadi memang ada syarat - syaratnya, yang pertama harus clear dulu status tanahnya, yang kedua luasnya dan yang ketiga letak kelolanya.


"Yang nantinya ada study-studynya dan ini layak atau tidak untuk SMA atau SMK dan yang terakhir adalah pengusulan  dari Provinsi Banten." Terangnya.


Sementara itu, di akhir acara Kepala Desa Kohod Arsin menyapaikan, bahwa dirinya sedang mengusulkan penerangan supaya di sepanjang jalan tidak gelap dan tidak banyak gangster.


Selain itu, Saya juga mengajukan masalah Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Pakuhaji 4, kita sudah ada lahan tapi dari Dinas Pendidikan belum ada respon."Tandanya.


(Ana)

×
Berita Terbaru Update